BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Letak Geografis Korea
(Gambar 1.1. Letak
Geografis Korea dan bendera korea)
Kondisi
Geografis Korea adalah sebuah semenanjung yang di Asia Timur (di antara
Tiongkok dan JepangKorea terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Korea
(Korea Selatan) dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) setelah
Perang Dunia II pada tahun 1945. Korea Selatan kemudian berkembang menjadi
negara demokratis sementara Korea Utara berhaluan komunis. Bendera Persatuan
Korea sering digunakan untuk merepresentasikan Korea pada ajang olahraga
internasional, namun bendera tersebut bukan merupakan bendera resmi kedua
negara. Republik Korea dalam bahasa Korea: Daehan Minguk Hangul: 대한민국. Hanja: 大韓民國 dan dalam bahasa
Inggris Republic of Korea/ROK biasanya dikenal sebagai Korea Selatan,
adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung
Korea.
Luas Korea
Selatan adalah 99.274 km², lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan
topografinya sebagian besar bergunung-gunung dan tidak rata. Pegunungan di
wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan
sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri
dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat
banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae,
dan Busan.
Iklim Korea
selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim
panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40
derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan
yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung.
Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh
minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi. Korea Selatan juga rentan akan
serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur.
Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir
kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh
Amerika Serikat
Korea selatan adalah sebuah Negara di Asia timur yang
meliputi bagian semenanjung korea chingu di bagian utara, yang mana keduanya
bersatu menjadi sebuah Negara dari tahun 1948. Negara korea ini dikenal juga
dengan nama hanguk (한국) oleh penduduk korea
selatan chingu sedangkan korea utara menyebutnya dengan Namchosŏn (남조선). Korea yang terdiri dari semenanjung serta 3200 buah
pulau yang besar dan kecil, terletak di bagian timur laut dari benua Asia.
Korea tereletak bersebelahan dengan wilayah laut, Rusia dan Cina dari arah ke
utara, serta berhadapan dengan Jepang dari arah selatan. Lokasi di garis Lintang Utara dan Bujur
Barat, Korea berada di semenanjung sebelah Selatan Benua Asia Timur,
yaitu pada garis Lintang Utara 33°-38° dan 124°-132° Bujur Timur.
Pulau Jeju yang
terletak sekitar 100 kilometer di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau
terbesar dengan luas area 1.845 km2. Gunung Halla adalah gunung berapi
tertinggi sekaligus sebagai titik tertinggi di Korea Selatan yang terletak di
Pulau Jeju. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai
temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya
musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian
semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada
suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi.
a. Luas Wilayah
Ø Total Luas
Semenanjung Korea : 222 ribu 300 ㎢
Ø Luas
Teritorial Korea Selatan : 99 ribu 600 ㎢ (45% dari total luas Semenajung
Korea).
b. Ciri khas Bentuk Geografis
Ø Negara Korea
berbentuk semenanjung yang memanjang dari utara ke selatan, namun jarak dari
timur ke barat lebih panjang apabila pulau-pulau yang kecil juga dimasukkan.
Panjang semenanjung Korea lebih kurang 840 km dari selatan ke utara dan 1.200km
dari timur ke barat.
Ø Korea
terdiri dari bukit-bukit dan gunung-gunung yang mengelilingi hampir 75% dari
kawasannya.
Ø Bukit-bukit
rendah menjadi ciri utama di daerah selatan dan barat, serta gunung-gunung yang
lebih tinggi terdapat di daerah timur dan utara.
c. Gunung dan Sungai
Ø Gunung yang
paling tinggi di seluruh semenanjung Korea, adalah Gunung Baekdu(2.744m),
sedangkan Gunung Hanla(1.950m) paling tinggi di Korea Selatan.
Ø Sebagian
besar sungai-sungai di Korea mengalir dari timur ke barat.
Ø Sungai yang
paling panjang di seluruh semenanjung Korea, adalah Sungai Amnok (790,7km) dan
sungai yang paling panjang di Korea Selatan adalah Sungai Nakdong(525,15km).
Selain itu, sejumlah sungai memiliki panjang melebihi 400km, seperti Sungai
Duman (431,1km) dan Sungai Daedong(450,3km) di Korea Utara, dan Sungai
Han(514,4km) dan Sungai Geum(401,4km) di Korea Selatan.
d. Garis Perbatasan
Ø Sungai Amnok
dan Duman memisahkan semenanjung Korea dari Cina dan Rusia di utara.
Ø Bagian
semenanjung Korea berhadapan dengan laut, yakni dengan Jepang di Laut Timur,
dengan Cina di Laut Barat dan dengan samudera Pasifik di Laut Selatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Negara Korea
Sejarah
awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang muncul sekitar 2.300
tahun sebelum Masehi. Pada sekitar abad ke 2 sebelum Masehi, bangsa Cina
mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. Namun, lima abad kemudian,
bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul sebuah kerajaan, yaitu
kerajaan Silla. Kerajaan Silla (668 – 935) membawa puncak ilmu pengetahuan dan
budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan yang terjadi di dalam negeri pada
abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan oleh dinasti Koryo. Selama
periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392, Korea mengalami banyak serbuan.
Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan menyerbu dan akhirnya menguasa
Korea sehingga Korea menjadi bagian kekaisaran Mongol.
Setelah
runtuhnya Mongol pada akhir abad ke 14, berbagai golongan bangsawan dan militer
berusaha memegang kekuasaan di Korea . Akhirnya, seorang jenderal yang bernama
Yi Sung-Gy menghilangkan pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi
(1392 – 1910). Kongfucuisme diperkenalkan sebagai agama resmi. Reformasi
politik dan social dimulai. Ibu kota negara dipindahkan dari Kaesong ke Seoul .
Namun , Korea masih tetap terancam oleh Cina dan Jepang. Kedua negara tersebut
ingin menguasai Korea untuk memperluas wilayah mereka. Setelah serangan yang
gagal dari kepang pada tahun 1592 – 1598, Korea jatuh di bawah kekuasaan Manchu
dari utara. Beberapa abad berikutnya, Korea menutup diri dari pergaulan dunia
menjadi negara pertapa. Pada tahun 1800-an, Rusia, Jepang, dan Cina bersaing
untuk menguasai Korea . Setelah perang Rusia – Jepang pada tahun 1904 - 1905,
Jepang bergerak ke semenanjung Korea dan mendudukinya pada tahun 1910. Pada
tahun 1919, penduduk Korea mengadakan demonstrasi secara damai karena
menginginkan kemerdekaan. Akan tetapi, polisi Jepang membubarkannya, malah ada
yang dibunuh dalam aksi tersebut.
Pada
tahun 1945, di akhir perang dunia II, tentara Uni Soviet menduduki bagian utara
Korea sedangkan tentara Amerika di bagian selatan. Setelah membuat suatu
perjanjian, Korea dibagi sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan
berdirilah Republik Korea , sedangkan di daerah utara didirikan Republik
Demokratik Rakyat Komunis.
Pada
tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyerang Korea Selatan dalam upaya
menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis. Korea Utara yang memakai
persenjataan yang disediakan oleh Uni Soviet menang atas Korea Selatan. Akan
tetapi, atas bantuan PBB, Korea Selatan diselamatkan atas kekalahan dan
pertempuran pun diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan Juli 1953. Sejak
saat itu, berbagai perundingan yang dilakukan untuk menyatukan Korea selalu
gagal.
B. Sejarah Kuliner Korea
Dinasti
Choson (1392-1910) adalah dinasti yang menandai periode berkembangnya budaya
kuliner korea. Pada zaman ini buku tentang pertanian berkembang luas,
penelitian di bidang astronomi dan meteorologi juga berkembang, dengan
terciptanya peralatan untuk mengamati benda angkasa dan cuaca . Selain itu
pengaruh dari bidang medis tentang diet yang seimbang membuat masyarakat fokus
kepada makanan yang seimbang seperti beras, kacang-kacangan, ikan, sayur serta
daging. Penyusunan diatas meja pun di susun dalam rangka mempromosikan gizi
seimbang. Kadang pada makanan juga ditambahkan beberapa ramuan yang dapat
membantu masalah pencernaan. Selain itu ramuan ini juga dibuat dalam bentuk teh
yang menyehatkan. Saat dinasti ini budaya kuliner mengalamai perubahan besar,
karena semenjak itu makanan harus dibuat oleh semua anggota keluarga dalam
suatu rumah. Teknik khusus juga diperlukan untuk memasak serta mengelola
sejumlah makanan tersebut. Perempuan umumnya memegang tanggung jawab paling
besar dalam hal ini, juga dengan berkembangnya ajaran Konfusianisme. Dimana
disana diajarkan ajaran yang berorientasi pada anggota keluarga, upacara –
upacara yang sering dilakukan oleh anggota keluarga baik upacara untuk mereka
yang masih hidup ataupun yang sidah meninggal, sehingga makanan untuk upacara
juga semakin diperhatikan. Pada zaman itu setiap keluarga akan mengembangkan
makanan yang disajikan sesuai dengan daerah dan status sosial. Sehingga variasi
ini juga makin menambah keberagaman masakan korea.
a. Bahan Dasar
Basic Saus
yang paling diminati selama dinasti Choson adalah kecap, pasta kacang, pasta
gandum, dan pasta cabai merah. Saus kecap dan pasta kacang terbuat dari
renadaman kacang kedelai. Pasta gandum terbuat dari rendaman gandum, pasta
cabai merah terbuat dari bubuk lada merah. Karena hidangan korea di bumbui
dengan saus ini maka masyarakat akan merebus kedelai pada musim dingin, lalu
dikeringkan selama musim dingin. setelah itu akan difermentasikan. beberapa
bagian fermentasi itu diambil dan dibuat kecap, dan sisanya dibuat pasta
kacang.
Cabai hampir
dipakai disetiap masakan korea, cabai sendiri sudah seperti bawang merah dan
bawang putih bagi orang indonesia, cabai di buatkan bahan utama bumbu pembuat
gochujang, kimchi, dan lainya. Namun cabai sendiri bukanlah berasal dari Korea,
Cabai dikenalkan oleh negara eropa melalui jepang di abad ke 16, baru lah
setelah itu pada zaman mereka cabai diolah menjadi berbagai jenis bumbu utama
masakan. Agar tahan lama, cabai dibuat gochujang sebagai bumbu, atau bubuk
cabai kering khas korea gochugaru.
Ini berguna
agar cabai itu sendiri tahan lama, mempunyai rasa khas, cabai segar pasti ada
umurnya, sebelum membusuk mereka mengolah cabai agar lebih tahan lama, karena
korea negaranya beriklim salju, jadi wajar saja kebanyakan bahan makanan mereka
difermentasi. Untuk bertahan hidup, agar makanan tidak mubazir busuk kemakan
waktu, dan bisa untuk survive di musim salju pada zaman itu.
Jadi tidak
heran jika banyak makanan mereka beraroma fermentasi. Cabai juga membantu menstimulasi
tubuh pada saat musim dingin. Korea menjagokan cabai pada setiap masakan atau
snack khas mereka seperti Chinese
Cabbage, atau Napa Cabbage (jepang) / Sawi putih.
b. Perkembangan
Makanan Korea
Selama
periode Choson, upacara merupakan bagian penting dari setiap rumah tangga dan
sebagai konsekuensinya, peralatan untuk upacara berkembang pesat. Pada upacara
khusus sperti perkawinan dan Hwan-gap, Meja akan diatur secara khusus dengan
menampilkan berbagai makanan yang ditumpuk menjadi sekitar 30-50 cm tinggi
dalam bentuk silinder besar. Hal tersebut biasa dilakukan untuk mendukung
kesuksesan dari upacara yang sedang berlangsung.
C. Kebudayaan Negara Korea
a.
Pakaian
korea
(Gambar 2.1.
Pakaian Korea/ Hanbok)
Hanbok (korea selatan) atau
choson-ot(korea utara) adalah pakayan tradisional masyarakat korea. Hanbok pada
umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak
memiliki saku walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang korea”, hanbok
pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya dinasti joseon”. Yang bisa dipakai
secara formal atau semi formal dalam perayaan atau festival tradisional.
Beberapa elemen dasar hanbok pada
saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah
dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian
sejenis ini mulai berkembang. Lukisan pada situs makam Goguryeo menunjukkan
gambar laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang ketat dan
baju yang berukuran sepinggang. Struktur tersebut sepertinya tidak banyak
berubah sampai saat ini.
Pada akhir masa Tiga Kerajaan,
wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju
seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak
ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang. Pada
masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh
anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan.
Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional
untuk pegawai kerajaan pada masa lalu Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita
secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak
menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad
ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering
dipakai hingga saat ini. Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan
jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari
kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.
Kalangan atas memakai hanbok dari
kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang
berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka
menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat
menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya. Umumnya
dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat
keluar rumah.
Baik pria maupun wanita memelihara
rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde
rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala sangtu,
sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher
belakang. Wanita berkedudukan sosial tinggi seperti kisaeng, memakai aksesori
wig yang disebut Gache. Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18. Pada
akhir abad ke-19, gache semakin populer di antara kaum wanita dengan bentuk
yang semakin besar dan berat.
Jokduri, jenis gache yang lebih
kecil. Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai penguat
atau aksesori. Bahan pembuatan binyeo bervariasi sesuai kedudukan sosial
pemakainya. Wnita juga mengenakan jokduri pada hari pernikahan mereka dan
memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin. Pria menggunkan gat,
topi dari rambut kuda, yang juga bervariasi sesuai status atau kelas
b. Tahun baru
korea
Tahun Baru
Korea (Korea: seolnal; hangul: 설날 atau Gujeong 구정, hanja: 舊正) adalah hari pertama dalam kalender lunar (kalender
Korea). Seollal adalah hari raya rakyat Korea yang paling besar dan juga paling
penting. Seollal terbagi dalam perayaan-perayaan meriah. Hari libur seollal
berlangsung selama 3 hari. Seollal dianggap rakyat Korea lebih penting daripada
hari tahun baru kalender Gregorian.[1] Walaupun tidak terlalu populer, istilah
Seollal juga berarti Yang-nyeok Seollal (양력설날, tahun baru kalender Gregorian) yang disebut
Shinjeong (hangul: 신정).
Tahun baru
Korea jatuh pada tanggal yang sama dengan tahun baru Imlek, kecuali ketika
bulan baru muncul antara jam 15:00 UTC (tengah malam waktu Korea) dan 16:00 UTC
(tengah malam waktu Tiongkok). Dalam kasus ini (rata-rata terjadi 24 tahun
sekali), bulan baru akan muncul “keesokan harinya” di Korea dibanding di
Tiongkok, dan Seollal akan dirayakan sehari setelah Imlek di Tingkok.
c. Ritual
Seollal
adalah tahun baru untuk semua keluarga. Warga Korea merayakannya dengan memakai
hanbok. Orang yang berada di kota besar berduyun-duyun mudik (pulang kampung)
untuk menemui orangtua atau saudara yang tinggal di kota asal atau pedesaan.
Pada saat ini biasanya jalan-jalan di kota besar seperti Seoul akan macet
total. Pada pagi harinya mereka akan pergi sembahyang ke makam orangtua yang
sudah meninggal untuk memberi hormat.
Di hari
seollal juga banyak masyarakat Korea yang pergi berwisata ke daerah-daerah
seperti ke Gangneung dan Donghae di propinsi Gangwon di pesisir timur untuk
menyaksikan terbitnya matahari pertama di tahun baru.
d. Sebae
Sebae adalah
cara memberi hormat kepada orang tua atau kakek dan nenek pada hari tahun baru.
Anak-anak mengunjungi orang tua mereka dan mengucapkan salam tahun baru sambil
membungkukkan badan “saehae bok manhi badeuseyo” (새해 복 많이 받으세요) yang
artinya semoga mendapat banyak keberuntungan tahun baru. Orangtua lalu memberi
anak-anak mereka angpao (saebaetdon). Dulu orang tua ada yang memberikan ddeok
dan buah-buahan.
e. Permainan
tradisional
Banyak orang
bermain permainan tradisional seperti Yut, permainan kartu Go-Stop, gasing,
layangan dan jaegi chagi. Perempuan bermain nurtwigi, permainan melompat dari
jungkat-jungkit. Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한 민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of
Korea/ROK) biasanya dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia
Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea.
Di sebelah
utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai
sebuah negara hingga tahun 1948. Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut
“Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.
Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國) oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; “Chosŏn Selatan”) di Korea Utara.
Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).
f. Ekonomi
korea
Sebagai
salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor
pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12 di
seluruh dunia. Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan
negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kemudian Perang Korea membut kondisi
semakin parah. Sekarang PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara
dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Pada 2004, Korea Selatan
bergabung dengan “klub” dunia ekonomi trilyun dolar.
Kesuksesan ini
dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan bisnis-pemerintah yang
dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor, pensponsoran dari industri
tertentu, dan usaha kuat dari tenaga kerja. Pemerintah mempromosikan impor
bahan mentah dan teknologi demi barang konsumsi dan mendorong tabungan dan
investasi dari konsumsi. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari
model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar,
pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin.
Pertumbuhan
jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999
dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi
dunia yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan
finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh
industri dan konstruksi, pertumbuhan pada 2002 sangat mengesankan di 5,8%.
Korea
Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah beruabah
menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun. Pada 2005, di samping
merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori,
monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat
pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat
sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga dalam
peringkat ke-12 dalam PDB nominal, tingkat pengangguran rendah, dan
pendistribusian pendapatan yang relatif merata.
(Gambar 2.2.Arirang Daerah
Jungsun yang Mengisahkan Kesedihan)
Arirang
adalah salah satu kesenian tradisional rakyat Korea yang merupakan lagu yang
melambangkan emosi dan perasaan bagi rakyat Korea dengan baik. Di seluruh
daerah terdapat lagu Arirang yang khas dan banyak masyarakat yang mampu menyanyikan
Arirang dengan baik. Seperti itulah, lagu Arirang banyak mendapat perhatian
dari masyarakat Korea sebagai lagu untuk menghiburkan kesengsaraan dan
kesedihan bagi rakyat jelata di negeri ginseng ini.
Dari sekian
banyak Arirang asal berbagai daerah, Milyang Arirang yang dinyanyikan di
provinsi Gyeongsang Selatan, Jindo Arirang di provinsi Cheola dan Jungsun
Arirang yang tersebar luas di provinsi Gangwon, disebut sebagai 3 Arirang utama
di Korea. Di antaranya, Jungsun Arirang dinilai sebagai Arirang yang
mempertunjukkan bahasa musik yang paling setia dan paling indah bagi raykat
Korea. Nah, kalau begitu, mari kita bersama-sama menapaki perjalanan ke daerah
Jungsun untuk mencari suara Jungsun berdasarkan Arirang.
D.
Bahan
Makanan Negara Korea
Berikut ini daftar bahan dan bumbu
yang biasa digunakan dalam masakan-masakan korea beserta dengan penjelasannya.
ü
Ang Ciu
(Arak Beras)
(Gambar 2.3. Ang Ciu)
Sejenis minuman beralkohol yang biasa disebut arak merah. Bumbu ini biasa dipakai
dalam masakan Cina dan Korea. Ang Ciu banyak dijual di pasar tradisional
pecinan dan supermarket. Bagi yang berpendapat haram terhadap bumbu ini, bisa
diganti dengan Soy Sauce (saus penyedap rasa kedelai) ala Jepang, biasanya
bermerk Kikkoman, yang tidak mengandung alkohol.
ü
Jamur
Shitake
(Gambar
2.4. Jamur Shitake)
Sejenis jamur berbentuk payung berwarna cokelat kehitaman. Biasanya dijual
kering maupun basah di pasar tradisional pecinan dan supermarket. Aromanya
hampir mendekati petai, tetapi bentuknya berbeda. Jika terpaksa ingin
menggantinya bisa diganti dengan petai atau jengkol.
ü
Gochujang
(Pasta Kacang Merah)
(Gambar
2.5. Gochujang)
Bisa didapat di supermarket dalam bentuk makanan kaleng atau juga bisa
dibuat sendiri dengan cara segenggam kacang merah direndam selama kurang lebih
1 jam. Kemudian rebus dengan 2 gelas air mendidih sampai kacang lunak dan air
hampir mengering, lalu haluskan dengan blendder atau chopper.
ü
Tofu (Tahu
Jepang)
(Gambar 2.6 Tofu)
Biasanya dijual di supermarket dalam bentuk lonjong terbungkus plastik
tebal dengan berbagai varian rasa, seperti tofu telur, ayam, udang, dan
original. Kalau sulit untuk mendapatkannya bisa diganti dengan tahu sutra yang
halus.
ü
Kimchi
(Gambar2.7. Kimchi)
Sejenis acar yang terbuat dari sawi putih atau lobak. Acar khas Korea ini
bisa didapat langsung di supermarket atau dibuat sendiri.
ü
Mentimun
Jepang
(Gambar
2.8. Mentimun Jepang)
Biasanya
berwarna hijau tua, berbentuk lonjong kecil, dan hanya terdapat di beberapa
supermarket tertentu. Bahan ini bisa diganti dengan mentimun biasa yang mudah
didapatkan di pasar tradisional.
ü
Jamur Enoki
(Gambar 2.9. Jamur Enoki)
Sejenis
jamur berbentuk panjang, kecil, dan berwarna putih. Bentuk dan rasanya menyerupai
taoge / kecambah, sehingga pemakaiannya bisa digantikan dengan kecambah.
ü
Kochukaru
(Gambar 2.10. Kochukaru)
Nama
Korea dari bubuk cabai.
ü
Akar
Gingseng
(Gambar 2.11. Akar Gingseng)
Akar
tumbuhan gingseng yang terkenal sebagai tanaman khas Korea. Gingseng adalah
tanaman obat yang pada umumnya berfungsi untuk meningkatkan stamina dan energi
tubuh yang sedang capek. Jika sulit mendapatkannya di toko jamu tradisional
atau di supermarket, penggunaan bahan ini bisa diabaikan. Namun jika ginseng
dihilangkan, maka akan sedikit mengubah cita rasa masakan khas Korea yang
dibuat, terutama yang berkenaan dengan sensasi segar dan hangatnya.
ü
Kochujang
(Gambar
2.12. Kochujang)
Sejenis pasta cabai ala
Korea yang pedasnya menyengat. Bahan ini bisa diganti dengan saus sambal biasa.
ü
Dang Myun
(Gambar 2.13.
Dang Myun)
Sejenis
bihun ala Korea yang kenyal. Dapat diganti dengan bihun jagung.
ü
Minyak
Zaitun
(Gambar
2.14. Minyak Zaitun)
Minyak
dari buah zaitun biasa yang banyak terdapat di supermarket. Namun jika tidak
ada, tidak masalah bila tidak digunakan, karena tidak mempengaruhi cita rasa
masakan.
ü
Doraji (Akar
Bellflower)
(Gambar
2.15. Doraji (akar bellflower)
Akar
bunga terompet yang bisa digantikan dengan daun bayam.
ü
Gim (Nori)
(Gambar
2.16. Gim/ Nori)
Rumput
laut kering yang telah diproses menjadi lembaran dan siap dipasangkan dengan
hidangan lainnya.
E.
Tata Cara Makan Di
Negara Korea
(Gamabar 2.17. Tata Cara makan di Negara Korea)
Setiap negara memiliki etika dan tata cara
makannya masing-masing, begitu juga dengan Korea. Susunan cara makan yang
sedikit berbeda, dapat membuat orang asing yang tinggal di Korea sedikit
kesulitan untuk menyesuaikan kebiasaan mereka dengan cara makan lokal. Orang
Korea biasanya makan dengan duduk di bantal (tanpa kursi) pada meja yang rendah
dengan posisi kaki menyilang (menyila). Agar hal itu dapat terhindar, simak
tata cara makan khas Korea berikut ini.
a.
Tunggu Sampai Anda
Dipersilahkan Duduk.
Saat Anda tiba di restauran atau di rumah orang
yang mengundang Anda untuk makan, jangan langsung mengambil posisi duduk di
ruang makan sebelum Anda dipersilahkan. Anda sebaiknya menunggu sampai orang
yang tertua yang ada bersama Anda mempersilahkan Anda dan tamu lainnya
untuk duduk.
b.
Salam Sebelum Makan.
Jika Anda mendapat undangan dari rekan atau
kerabat untuk makan di rumah mereka, jangan lupa untuk mengatakan
“Jalmukeseumnida” yang berarti “Saya akan makan dengan baik” sebelum Anda
mulai menyantap makanan yang tersedia di atas meja. Salam ini dikatakan sebagai
simbol sopan santun dan tanda terimakasih pada mereka yang telah mengundang
Anda dan telah memasak makanan-makanan enak untuk Anda.
c.
Mulai Makan.
Saat makanan tersedia, jangan langsung memakan
makanan yang ada di depan Anda. Anda harus menunggu orang yang tertua atau
orang yang mengundang Anda makan mulai menyantap makanannya, setelah itu Anda
dapat ikut serta menikmati makanan yang ada.
d.
Kecepatan Makan.
Jaga kecepatan makan Anda dan sesuaikan dengan kecepatan
makan orang lain yang duduk di meja yang sama dengan Anda. Jangan makan terlalu
lambat.
e.
Mangkuk Nasi dan Sup.
Selama makan, biarkan mangkuk nasi dan sup Anda
tetap di meja. Jangan angkat kedua mangkuk tersebut seperti dalam budaya makan
khas Cina dan Jepang. Jika Anda tidak mau makanan di sendok tumpah, dekatkan
mulut ke mangkuk nasi atau sup Anda atau gunakan tangan Anda sebagai tadah.
f.
Menuang Minuman.
Saat minum, selalu usahakan untuk menuang minuman
lebih dahulu, khususnya kepada mereka yang lebih tua. Gunakan kedua tangan Anda
untuk memegang botol atau gelas saat Anda menuang atau menerima minuman dari
orang yang lebih tua dari Anda. Tata cara menggunakan dua tangan ini juga
berlaku saat Anda menerima dan memberikan piring yang berisi makanan kepada
orang lain yang lebih tua dari Anda.
g.
Minuman Beralkohol.
Umumnya, menolak minuman beralkohol dari orang
yang lebih tua tidaklah sopan. Tetapi jika alasan Anda tidak minum adalah
karena latar belakang agama, coba jelaskan itu dengan sopan kepada mereka yang
menawarkan minuman beralkohol tersebut pada Anda. Setiap negara memiliki etika
dan tata cara makannya masing-masing, begitu juga dengan Korea. Susunan cara
makan yang sedikit berbeda, dapat membuat orang asing yang tinggal di Korea
sedikit kesulitan untuk menyesuaikan kebiasaan mereka dengan cara makan
lokal. Agar hal itu dapat terhindar, simak tata cara makan khas Korea berikut
ini.
F.
Makanan Negara Korea
Masakan Korea berbahan dasar sebagian besar pada
beras, mi, tahu, sayuran dan daging. Makanan tradisional Korea terkenal akan
sejumlah besar makanan sampingan (lauk) yang disebut banchan yang dimakan
bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu). Setiap makanan dilengkapi dengan
banchan yang cukup banyak.
Kimchi adalah makanan fermentasi yang berasal dari
sayuran, utamanya sawi, lobak dan ketimun. Setidaknya ada satu jenis kimchi
yang disajikan bersama banchan pada sepanjang tahunnya. Kimchi juga adalah
bahan dasar utama dalam berbagai resep masakan Korea. Makanan Korea biasanya
dibumbui dengan minyak wijen, doenjang, kecap, garam, bawang putih, jahe dan
saus cabai (gochujang). Masyarakat Korea adalah pengkonsumsi bawang putih
terbesar di dunia di atas warga Cina, Thailand, Jepang, serta negara-negara
Laut Tengah seperti Spanyol, Italia dan Yunani.
Makanan Korea berbeda secara musiman. Selama
musim dingin, biasanya makanan tradisional yang dikonsumsi adalah kimchi dan
berbagai sayuran yang diasinkan di dalam gentong besar yang disimpan di bawah
tanah di luar rumah. Persiapan pembuatan masakan Korea biasanya sangat
membutuhkan kerja sama.
Makanan tradisional dari istana, yang dahulu
hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan Dinasti Joseon, memerlukan waktu
berjam-jam untuk pembuatannya. Makanan istana harus memiliki harmonisasi yang
memperlihatkan kontras dari karakter panas dan dingin, pedas dan tawar, keras
dan lembut, padat dan cair, serta keseimbangan warna. Jenis – jenis makanan
korea diantaranya yaitu :
Setiap daerah di Korea memiliki masakan khas yang
bervariasi menurut musim. Kuliner daerah ini dinamakan “hyangto eumsik”
(masakan daerah). Beberapa jenis masakan daerah telah populer di seluruh negeri
antara lain Bibimbap dari Jeonju, naengmyeon dari Pyongyang, dan Jeonbokjuk
dari Jeju.
a.
Masakan daging
Di restoran-restoran tradisional, daging
dipanggang di tengah-tengah meja menggunakan arang, dikelilingi dengan variasi
banchan. Daging dipotong kecil-kecil dan dibungkus dengan daun sayuran bersama
nasi, potongan bawang putih, dan ssamjang (campuran gochujang dan doenjang).
1.
Bulgogi (불고기)
(Gambar
2.17. Bulbogi)
Bulgogi adalah potongan daging sapi yang
dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombai dan lada
hitam. Bulgogi berarti “daging api”. Variasinya: daging babi (dwaeji-bulgogi),
ayam (dak-bulgogi), dan sotong (ojingeo-bulgogi).
Makanan Korea yang paling mudah dibuat dan
disukai oleh jutaan anak-anak dan orang dewasa Korea adalah bulgogi, bagian
lembut dari daging sapi atau babi yang direndam dalam kecap, biji wijen, dan
gula atau madu, kemudian dipanggang untuk kesempurnaan rasa.
Bulgogi sering dimakan sebagai makanan sandingan
dan hampir selalu disajikan dengan nasi. Orang Korea sangat bangga dengan
bulgogi karena makanan ini begitu lembut hingga hanya perlu sedikit dikunyah
untuk melahapnya. Mereka mengatakan bahwa rahasia bulgogi terletak pada
pemilihan daging, yakni hanya bagian-bagian ramping dan lembut dari daging yang
dipilih, dan saus pengasinannya kaya rasa. Bulgogi yang asli akan meleleh di
mulut.
2.
Galbi (갈비)
(Gambar 2.18. Galbi)
Galbi adalaha daging iga babi atau sapi yang
dipanggang dengan arang dan dibumbui. Potongannya lebih tipis dari bulgogi dan
disebut sebagai barbecueKorea. Variasi: dari ayam disebut dakgalbi, jokbal atau
kaki babi yang disajikan dengan saus kerang asin.
3.
Samgyeopsal (삼겹살)
(Gambar
2.19. Samgyeopsal)
Samgyeopsal adalah daging perut babi yang
dipanggang tanpa/dengan bumbu seperti cara memanggang galbi.
4.
Hoe ( [hö] 회)
(Gambar 2.20. Hoe)
Hoe adalah makanan laut mentah yang dicelupkan
dengan saus cabai (gochujang) atau dengan kecap asin ditambah wasabi, lalu
dimakan dengan daun selada.
5.
Sannakji
(Gambar
2.21. Snnakji)
Sannakji adalah gurita hidup, Sannakji yang
dimakan mentah biasanya masih hidup di atas meja.
6.
Makchang
(막창)
(Gambar
2.22. Makchang)
Makchang adalah jeroan babi panggang yang
disajikan seperti samgyeopsal dan galbi. Makanan jenis ini khas Daegu dan
propinsi Gyeongsang.
7.
Gobchang (곱창)
(Gambar 2.23.
Gobchang)
Gobchang adalah hampir sama dengan makchang,
namun dengan jeroan babi atau sapi muda.
b.
Makanan kerajaan
1.
Gujeolpan (구절판)
(Gambar
2.24. Gujeolpan)
Berarti “piring yang terbagi sembilan”, ini
terdiri atas beberapa sayuran dan daging yang disajikan dalam lapisan panekuk.
Biasa disajikan saat perayaan dan pernikahan.
2.
Sinseollo (신선로)
(Gambar
2. 25. Sinseollo)
Adalah sup rebusan berisi sayur-sayuran dan bakso
daging dalam panci.
I.
Sup dan makanan berkuah
1.
Budae jjigae (부대찌개, “sup militer”)
(Gambar
2.26. Budae jjigae)
Budae jjigae adalah
menu sehabis perang Korea, daging sangat langka, jadi orang-orang memanfaatkan
kelebihan makanan dari basis militer tentara AS, seperti hot-dog dan ham kaleng
dan memasaknya dalam sup tradisional. Budae jjigae sangat terkenal di Korea
Selatan dan sering dimasak bersama ramyon (mi instan).
2.
Doenjang jjigae (된장찌개)
(Gambar
2.27. Doenjang Jjigae)
Adalah sup pasta kacang kedelai, disajikan
sebagai hidangan utama atau disajikan bersama hidangan daging. Isinya
bervariasi dari sayuran, tahu, kerang, udang, ikan dan sebagainya.
3.
Cheonggukjang jjigae (청국장찌개)
(Gambar 2. 28. Cheonggukjang jjigae)
Adalah sup yang dibuat dari pasta kacang kedelai
fermentasi yang berbau menusuk.
4.
Gamjatang (감자탕, “sup kentang”)
(Gambar 2.29. Gamjatang)
Adalah sup pedas tulang babi, dengan sayuran dan
kentang.
5.
Haejangguk (해장국)
(Gambar 2.30. Haejangguk)
Adalah sup tulang babi dengan sayuran, kol
kering, dan puding darah sapi. Cerita menyebutkan bahwa makanan ini ditemukan
oleh sebuah restoran di Jongno (Seoul) setelah berakhirnya Perang Dunia II.
6.
Janchi guksu (잔치국수)
(Gambar
2.31. Janchi Guksu)
Adalah mie yang disajikan dengan rumput laut,
kimchi, telur dan sayuran.
7.
Jeongol (전골)
(Gambar
2.32. Jeongol)
Adalah sup tradisional yang pedas, isinya terdiri
dari makanan laut dan sayuran.
8.
Kimchi
jjigae (김치찌개)
(Gambar 2.33 kimchi jjigae)
Sup yang terdiri dari isi kimchi, daging
babi/sapi. Sering dijadikan sebagai santap siang atau sebagai hidangan
sampingan makanan daging-dagingan. Disajikan dalam panci batu dan masih
mendidih saat tiba di meja.
9.
Maeuntang
(매운탕)
adalah sup ikan pedas.
(Gambar 2.34 Maeuntang)
10.
Samgyetang
(삼계탕)
(Gambar 2.35 Samgyetang)
Sup yang terbuat dari daging ayam utuh yang diisi
ginseng, hedysarum, nasi manis, jojoba, bawang putih dan kacang berangan.
Samgyetang populer dikonsumsi sebagai sumber nutrisi pada musim panas, dimana
warga Korea kehilangan banyak energi karena cuaca panas.
11.
Seolleongtang
(설렁탕)
(Gambar 2.36 Seolleongtang)
Sup kaki sapi yang dimasak sampai 10 jam lebih
sampai berwarna putih susu. Biasa disajikan dalam semangkuk mie dan potongan
daging sapi.
Sundubu jjigae (순두부 찌개): sup tahu (dubu) pedas.
j.
Nasi campur
1.
Bibimbap (비빔밥, “nasi campur”)
(Gambar
2.37 Bibimbap)
Bibimbab adalah makanan khas kota Jeonju, yaitu
nasi yang dicampur berbagai macam sayuran, daging sapi, telur, dan gochujang.
Variasi: dolsot bibimbap (돌솥 비빔밥), bibimbap yang disajikan dengan panci batu
panas. Yukhoe bibimbap adalah bibimbap dengan daging sapi cincang mentah
(yukhoe), ditambah telur mentah di atasnya. Bibimbap dimakan setelah nasi dan
lauk diaduk dengan sendok hingga tercampur.
2.
Hoedeopbap (회덮밥)
(Gambar
2.38 Hoedeopbap)
Hoedeopbap adalah potongan ikan mentah yang
dicampur dengan sayuran, nasi dan gochujang.
k.
Banchan (lauk pauk)
1.
Kimchi
(Gambar 2.39 Kimchi)
Kimchi adalah sayuran (biasanya dari kubis, sawi,
lobak putih, atau ketimun) yang difermentasikan dengan bahan rempah seperti
jahe, bawang putih, bawang bombai dan bubuk cabai. Terdapat banyak variasi
berdasarkan cara membuat di masing-masing rumah tangga.
2. Kongnamul (콩나물)
(Gambar 2.40 Kongnamul)
Kecambah yang
dikonsumsi dengan banchan yang direbus atau dibumbui. Variasinya: kongnamul-bap
(kecambah dengan nasi), kongnamul-guk (sup kecambah),dan kongnamul-gukbap (nasi
dengan sup kecambah).
Mie.
3.
Naengmyeon (냉면; Korea Utara: 랭면, Raengmyŏn; “mie dingin”)
(Gambar 2.41. Naengmyeon)
Adalah mie khas Pyeongyang yang biasa dikonsumsi
pada musim panas. Terdapat banyak jenisnya, umumnya mie tipis yang terbuat dari
tepung buckwheat (jenis gandum), dihidangkan dengan kuah tulang sapi, ditambah
macam-macam bumbu, sayuran, telur rebus dan daging sapi. Naengmyeon jenis ini
disebut juga mul naengmyeon (naengmyeon air) untuk membedakannya dengan Bibim
Naengmyeon, yang tidak berkuah, namun dicampur dengan gochujang yang pedas lalu
dililit seperti sate. Variasi lainnya adalah mulhoe naengmyeon atau naengmyeon
dengan makanan laut.
4.
Japchae (잡채)
(Gambar 2.42. Japchae)
Adalah tumisan dangmyeon. Dangmyeon (bihun)
terbuat dari tepung kentang, lalu dimasak dengan sayuran, daging sapi dan bumbu
rempah-rempah, kadang-kadang juga divariasikan dengan tambahan makanan laut
contohnya haemul japchae (japchae gurita).
5.
Jajangmyeon (자장면)
(Gambar 2.43. Jajangmyeon)
Adalah mie saus kacang kedelai hitam yang sangat
digemari di Korea. Asalnya adalah mie khas Beijing (RRT) yang diadaptasikan
dengan cita rasa Korea.
6.
Kalguksu (칼국수): mie tipis dengan kuah ikan tuna dan sayuran.
(Gambar
2.44. Kalguksu)
7.
Ramyeon (라면)
(Gambar 2.45. Ramyeon)
Adalah mie ramen khas Korea, namun agak berbeda
dengan ramen dari Jepang. Ramyeon Korea dapat pula berarti mie instan yang
dijual kemasan. Ramyeon dimasak dengan kuah yang sangat pedas dan biasanya
ditambah sayuran, daging atau kimchi.
l.
Makanan ringan
Di Korea, makanan ringan dijual di
gerobak-gerobak pinggir jalan di siang dan malam hari. Pada malam hari pedagang
makanan mendirikan tenda-tenda kecil yang menjual makanan ringan, minuman dan
arak (soju). Jenis-jenis makanan ringan yang biasa dijual adalah patbingsu, es
krim di saat musim panas, gimbap, tteokbokki, hotteok, eomuk, bungeoppang, dan
sebagainya.
1.
Gimbap
(Gambar
2. 46. Gimbab)
Gimbap
(nasi rumput laut, 김밥) sangat mudah dibuat. Terbuat dari nasi yang
dibalut rumput laut kering (Kim), isinya bervariasi dari sayur-sayuran, telur
goreng, ikan, daging, sosis, dan biji-bijian. Variasi isi gimbap lainnya: tuna,
keju, bulgogi dan sebagainya.
2.
Buchimgae/Jeon
(Gambar
2.47. Buchimgae/Jeon)
Buchimgae
atau Jeon adalah jenis kudapan yang dibuat dari kimchi atau makanan laut yang
dicampur dengan adonan tepung dan digoreng menjadi seperti pancake.
3.
Pajeon (파전)
(Gambar
2. 48. Pajeon)
Adalah
pancake yang terbuat dari campuran telur, tepung, bawang bombai, dan kerang.
4.
Bindaetteok (빈대떡)
(Gambar
2.49. Bindaetteok)
Adalah
pancake yang terbuat dari campuran kacang hijau, bawang bombai, dan kimchi.
5.
Bungeoppang (붕어빵; “roti ikan mas”)
(Gambar
2.50. Bungeoppang)
Adalah
jenis kue panggang yang diisi dengan pasta kacang merah dengan cetakan
berbentuk ikan.
6.
Gukwa-ppang (국화빵)
(Gambar
2.51. Gukwa ppang)
Hampir
sejenis dengan bungeoppang, namun berbentuk bunga.
7.
Gyeran-ppang (계란빵)
(Gambar 2.52. Gyeran Ppang)
Adalah kue panggang yang berbentuk
persegi/lingkaran. Jenis-jenis ppang ini biasa dijual di pedagang kaki lima.
m.
Makanan ringan lainnya
1.
Ddeokbokki (떡볶이)
(Gambar
2.53. Ddeokbokki)
Adalah kue beras yang
direbus dengan saus pedas gochujang.
2.
Soondae (순대)
(Gambar 2.54.
Soondae)
Adalah
sosis khas Korea yang terbuat dari campuran nasi, darah sapi/babi, mie kentang,
kecambah, bawang bombai, bawang putih.
3.
Ho-tteok (호떡)
(Gambar
2.55. Ho-Tteok)
Adalah sejenis
pancake, namun diisi dengan bahan sirup seperti gula merah, madu, kacang parut
dan kayu manis. Hotteok biasa dijual pada saat musim dingin untuk menghangatkan
tubuh.
n.
Anju (makanan sampingan dan minuman keras)
(Gambar
2. 56. Anju)
Anju (안주) adalah istilah umum untuk makanan sampingan
yang dikonsumsi bersama minuman beralkohol (soju). Biasanya disajikan di bar-bar,
noraebang dan restoran-restoran yang menyajikan minuman keras. Cumi rebus
dengan saus gochujang, dubu kimchi, odeng/ohmuk, gimbap, samgagimbap (onigiri
khas Korea), sora, dan nakji (gurita kecil) adalah beberapa contoh makanan yang
dihidangkan sebagai anju. Jenis anju lainnya adalah soondae, samgyeopsal, dan
dwejigalbi. Sebagian besar makanan Korea disajikan sebagai anju, namun berbeda
dengan banchan.
o.
Dessert
1.
Tteok (떡)
(Gambar
2.57. Tteok)
Adalah kue yang terbuat dari tepung beras (메떡, metteok),
nasi ketan yang ditumbuk (찰떡, chaltteok), atau nasi ketan tanpa ditumbuk (약식,
yaksik). Tteok dapat disajikan dingin, diisi atau dilapisi dengan pasta kacang
hijau manis, pasta kacang merah, kismis, biji wijen, kacang merah yang
dihaluskan, labu, kacang atau madu.
2.
Songpyeon (송편)
(Gambar
2.58. Songpyeon)
Adalah kue beras lembut yang disajikan pada hari
raya Chuseok (Festival Panen). Seongpyeon
dapat berisi madu, manisan atau kacang merah.
3.
Yaksik (약식)
(Gambar
2.59. Yaksik)
Adalah kue yang dibuat dari beras manis, kacang
chestnut, kacang cemara, dan jujube.
4.
Chapssaltteok (찹쌀떡)
(Gambar
2.60. Chapssaltteok)
Adalah sama dengan mochi, yaitu variasi tteok
yang diisi dengan pasta kacang manis.
5.
Hahngwa (한과)
(Gambar
2.61. Hahngwa)
Adalah paket kue tradisional yang berisi kue-kue,
tepung biji-bijian, madu, yeot, buah-buahan atau akar-akaran yang dapat
dimakan.
6.
Yugwa (유과) adalah kue beras yang digoreng.
(Gambar
2.62. Yugwa)
7.
Maejakgwa (매작과)
(Gambar 2.63. Maejakgwa)
Adalah kue berbentuk cincin yang terbuat dari
campuran tepung, minyak sayur, kayu manis, jahe, jocheong dan kacang cemara.
8.
Yeot (엿)
(Gambar 2.64. Yeot)
Adalah permen khas yang dibuat dalam bentuk
cairan atau padat, terbuat dari nasi, kaoliang, jagung, kentang manis atau
campuran biji-bijian, lalu difermentasikan dan direbus di panci besar dalam
waktu lama.
p.
Masakan bunga
Sejarahnya, orang Korea pada masa kuno
memanfaatkan bunga-bunga sebagai makanan dikarenakan pada saat bencana
kelaparan melanda, hanya sedikit yang bisa dimakan. Contohnya, sebelum sayuran
kubis dipanen dari ladang, putik dan benang sarinya terlebih dulu muncul, dan
para petani akan mengambil kubis tersebut dan merebusnya bersamaan dengan
kelopak bunganya, lalu mengkonsumsinya sebagai lauk pauk.
Jenis bunga yang paling banyak dimanfaatkan
sebagai masakan adalah serbuk sari pohon tusam (pollen). Di awal musim semi,
tunas kelopaknya muncul dan pada saat cuaca menjadi lebih panas, pollen mulai
mekar penuh. Pollen mengandung protein yang baik untuk kesehatan. Rakyat Korea
mengumpulkan pollen ini dengan seksama dan mengeringkannya. Pada saat ada
festival-festival besar sepanjang tahun, pollen kering dicampur dengan madu dan
dimakan sebagai kue yang dinamakan songhwa dasik.
Jenis bunga lain yang banyak dipakai untuk
membuat panekuk jeon adalah bunga lonceng lebar atau doraji, bunga akasia,
bunga ginseng, bunga mawar liar, bunga labu, bunga rape dan sebagainya. Selain
jeon, bunga-bunga ini juga dibuat menjadi salad dan berbagai jenis masakan lain.
Dalam kuliner istana, kelopak bunga day lily yang mekar di awal musim semi
dianggap sebagai makanan yang mewah dan diperuntukkan untuk raja.
q.
Minuman
1. Minuman non-alkohol
Terdapat bermacam-macam jenis minuman berdasarkan
daerahnya. Sebagian besar bahan teh Korea bukanlah dari daun tanaman teh,
melainkan bahan-bahan alami lain seperti beras,rempah-rempah, gandum, atau
buah-buahan. Penghasil teh hijau terbesar di Korea adalah kota Boseong.
Ø
Insam cha (인삼차) adalah teh ginseng
(Gambar
2.65. Insam Cha)
Ø
Saenggang cha (생강차) adalah teh akar jahe
(Gambar 2.66. Saenggang cha)
Ø
Sujeonggwa (수정과) adalah sari buah kesemek
(Gambar
2.67. Sujeonggwa)
Ø
Sikhye (식혜) adalah sari nasi manis
(Gambar
2.68. sikhye)
Ø
Yujacha (유자차) adalah teh buah yuzu
(Gambar
2.69. Yujacha)
Ø
Bori cha (보리차) adalah teh dari barley (jenis gandum) yang dipanggang
(Gambar
2.70. Bori cha)
Ø
Oksusu cha (옥수수차) adalah teh dari jagung yang dipanggang
(Gambar
2.71. Oksusu Cha)
Ø
Hyeonmi cha (현미차) adalah teh dari beras yang dipanggang
(Gambar 2.72. Hyeonmi Cha)
Ø
Sungnyung (숭늉) adalah sari beras/nasi yang dihanguskan
(Gambar
2.73. Sungnyung)
2. Minuman berakohol
Minuman keras khas Korea (arak; ju/sul) yang
paling umum adalah soju (소주). Terdapat lebih dari 100 jenis minuman
berakohol seperti produk bir atau arak yang dikonsumsi warga Korea.
Ø Jenis-jenisnya Bir yaitu :
Cass, Hite, Hite Prime, Hite Prime Max, Cafri, OB
lager beer dan sebagainya, serta Taedonggang (대동강) yang merupakan bir produksi Korea Utara.
Ø Jenis-jenis arak:
·
Soju
(Gambar 2.74.Soju)
Adalah arak yang dibuat dari beras/gandum atau
kentang yang difermentasikan dengan kadar alkohol 22% ABV. Sebagian besar warga
Korea sangat gemar minum soju.
·
Yakju
(Gambar
2.75. Yakju)
Adalah jenis lain yang dibuat dari beras
fermentasi, jenis yang paling terkenal adalah cheongju.
·
Takju
(Gambar
2.76. Takju)
Adalah jenis arak kental, jenis yang paing
terkenal ialah makgeolli (막걸리), arak putih susu yang terbuat dari beras.
Anggur Korea terbuat dari sari-sari buah dan
tanaman herbal seperti dari akasia, ginseng, plum maesil, mogwa, cherry, buah
cemara, dan buah delima. Anggur Majuang adalah minuman yang terbuat dari
campuran buah anggur Korea dengan buah anggur Perancis atau Amerika.
G.
Piranti Makan Negara Korea
Pada umumnya piranti makan yang digunakan oleh
negara Korea sama dengan piranti yang digunakan oleh negara Cina dan Jepang.
Yaitu sama-sama menggunakan Sumpit dan Chopstiknya. Dikorea, sumpit juga
menjadi salah satu alat makan yang harus dimeja makan. Uniknya ketika orang
Korea sedang makan, mereka menggunakan dua alat makan sekaligus yaitu sendok
dan sumpit. Sendok dan sumpit tersebut berbeda dengan sendok dan sumpit
kebanyakan. Sendok dan sumpit Korea ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan
sumpit Jepang dan China.
Sendok dan sumpit Korea disebut “Sujio”, sujio merupakan n salah satu
alat makan bangsa Korea yang terdiri dari sumpit dan sendok. Sujio berasal dari
kata “ sutgarak” yang berarti sendok dan “ jeotgarak” yang berarti sumpit.
Ketika makan, sendok dan sumpit tidak boleh digunakan secara bersamaan,
melainkan digunakan secara bergantian.
Mengapa ukuran sendok Korea lebih panjang ?
Sendok dengan ukuran panjang ini selain berfungsi sebagai alat makan, juga
digunakan sebagai alat memasak. Sendok ini juga disesuaikan dengan kebiasaan
orang Korea yang menyukai masakan cenderung panas dan memakannya langsung dari
panci atau mangkuk batu.
Sujio dipandang sebagai lambang kemakmuran hidup.
Oleh karena itu sujio diberikan sebagai hadiah perkawinan atau hadiah ulang
tahun bayi. Karena makanan Korea terdiri dari nasi dan sup, maka sangat sulit
bagi orang Korea untuk makan tanpa menggunakan sendok. Menurut hasil
penelitian, orang Korea sudah lebih dahulu menggunakan sendok sejak zaman
perunggu. Berbeda halnya dengan sumpit Jepang atau China, sumpit Korea terbuat
dari logam atau kuningan, perunggu atau stainless stell. Bentuk sendoknya pun
berbeda yaitu tangkainya lebih panjangdan bentuk bagian depan lebih sedikit
bulat. Sedangkan sumpit lebih pipih (rata).
(Gambar 2.77. Piranti Makan dan CenterPiace
Korea)
H.
Teknik Pengolahan Makanan
Negara Korea
Macam - macam metode memasak dari negara Korea
yaitu masih sama dengan kebanyakan negara laiannya yaitu menggunakan teknik :
1.
Boiling
(Merebus)
Setiap masakan korea banyak yang menggunakan teknik
masak ini kareana negara Korea sangat banyak menu hidangan sup nya.
2.
Blancing
(Merebus Sebentar)
Blancing adalah teknik merebus makanan dengan
cara mencelupkan bahan makanan ke air mendidih kemudian langsung diangkat.
3.
Braising
(Menumis)
Teknik menumis juga sering digunakan dalam
mengolah makanan Korea.
4.
Roasting
(Memanggang)
Yng paling sering digunakan dalam mengolah daging
biasanya adalah dengan teknik ini.
5.
Steaming
(Mengukus)
Kue- kue dari Negara Korea sangat banyak yang
menggunakan teknik mengukus.
6.
Fermentasi
Untuk membuat kimchi biasanya teknik inilah yang
sering diapakai.
I.
Resep
Makanan Negara Korea
1.
Tteobokki
(Gambar 2.78. Ttobokki)
Ø Bahan
Yang Diperlukan
Fish cake korea (bisa
diganti otak-otak)
Rice cake korea
Kol secukupnya
½ buah bawang Bombay
½ buah wortel
1 buah daun bawang
Ø Bahan
Untuk Kaldu
½ gelas air
6 potong kelp (rumput
laut)
6-7 potong ikan teri
asin
Ø Bahan
Untuk Saos
½ bawang putih cincang
3 sdm red pepper paste
2 sdm corn syrup
½ sdm gula pasir
1 sdm kecap asin
Biji wijen secukupnya
(untuk garnish)
Ø Cara
Memasak Kaldu
1. Rebus
ikan teri, fish cake, dan kelp (rumput laut kasar)
2. Kalau
sudah matang (empuk) pisahin kuah dari ikan teri, fish cake, dan kelp.
Ø Cara
Membuat Isian Tteobokki
1. Persiapkan
kol, cincang kasar.
2. Siapkan
wortel, kupas dan potong tipis memanjang.
3. Siapkan
bawang putih, keprek supaya aroma harum keluar saat diolah lalu cincang.
Ø Cara
Membuat Tteobokki
1. Masukan
bawang putih cincang, red pepper paste, bubuk cabe secukupnya, kecap asin, dan
gula pasir ke dalam kuah kaldu.
2. Tunggu
5 menit sambil diaduk-aduk.
3. Masukin
rice cake.
4. Tambahkan
corn syrup.
5. Masukin
semua isian sayur (kol dan wortel yang tadi).
6. Tunggu
sampai kuahnya menyerap dan mengental.
7. Potong
fish cake memanjang, masukkan.
8. Setelah
dihidangkan, tambahin biji wijen.
9. Tteobokki
Anda siap disajikan
2.
Resep
Membuat Bulgogi
(Gambar 2.79. Bulgogi)
Ø Bahan
Yang Diperlukan
400 gr daging khas
luar, bekukan iris tipis
3 siung bawang putih
cincang
1/4 sendok teh
garam
1 sendok makan kecap
asin
1 buah bawang bombai
iris panjang
1 1/2 sendok makan
kecap manis
1/2 sendok makan minyak
wijen
1/2 sendok makan wijen
sanrai untuk taburan
1/2 sendok teh merica
hitam kasar
100 ml air
2 sendok makan minyak
untuk menumis
Ø Cara
Membuat
1. Panaskan
minyak lalu tumis bawang putih dan bawang bombai hingga berbau harum.
2. Masukkan
daging lalu tumis kembali hingga berubah warna.
3. Tambahkan
kecap manis, kecap asin, garam dan merica hitam lalu aduk kembali hingga rata.
4. Tuang
air lalu masak sampai semua bumbu meresap.
5. Menjelang
diangkat baru masukkan minyak wijen, aduk rata segera angkat dan sajikan dengan
taburan wijen di atasnya. Sajikan hangat.
3.
Bo ssam kimchi ( 보쌈김치)
(Gambar 2.80. Bo Ssam Kimchi)
Ø
Bahan
1 buah sawi putih utuh (2kg)
2 liter air
1 1/2 gelas garam
2 liter air
1 1/2 gelas garam
Ø
Bahan isi :
500g lobak (dilembutkan dengan 2 sdm garam)
1/4 buah pear
30g daun bawang kecil
50g peterseli air
50g bawang putih
50g udang
50g cumi-cumi
50g gurita
50g tiram
1 buah kerang mata tujuh
5 buah berangan
10g biji pinus
2 buah cabai merah
500g lobak (dilembutkan dengan 2 sdm garam)
1/4 buah pear
30g daun bawang kecil
50g peterseli air
50g bawang putih
50g udang
50g cumi-cumi
50g gurita
50g tiram
1 buah kerang mata tujuh
5 buah berangan
10g biji pinus
2 buah cabai merah
Ø
Bumbu
3 sdm bubuk cabe merah halus
2 sdm cairan terasi ikan teri
2 sdm terasi udang
1/2 gelas ari Dasima
3 sdm bawang putih cincang halus
2 sdt jahe cincang halus
2 sdm sari bawang bombay
3 sdm bubuk cabe merah halus
2 sdm cairan terasi ikan teri
2 sdm terasi udang
1/2 gelas ari Dasima
3 sdm bawang putih cincang halus
2 sdt jahe cincang halus
2 sdm sari bawang bombay
Ø
Cara Membuat
- Mengolah sawi putih : Lepaskan daun-daun yang jelek dan potong bagian kepalanya sebanyak 5cm.
- Lembutkan daun sawi dalam cairan garam selama 7 jam lalu dibias 3kali dan disaring selama 1 jam.
- Lobak dibersihkan dan dipotong dengan ukuran 2cm X 0.5cm. Digarami selama 1 jam lalu dibilas dengan air dingin dan disaring.
- Potong buah pear sebesar potongan lobak. Potong 50g daun bawang kecil dan 30g peterseli air dengan panjang 2cm. Potong halus bawang putih.
- 20g tangkai peterseli air direbus dalam air mendidih lalu dibilas dan disaring.
- Lepaskan kulit udang dan keluarkan organ dalamnya dengan tusuk gigi. Lepaskan kulit cumi-cumi. Berisihkan gurita dengan garam dan dibilas.
- Potong melintang udang. Potong cumi-cumi dengan kecil-kecil. Potong gurtita dengan panjang 2~3cm. Lepaskan kerang mata tujuh dari kulit kerangnya dengan memakai sendok dan cuci lalu dipotong dengan besar. Bersihkan tiram dan saring.
- Kupas kurma dengan memutar dan potong menjadi 3. Kupas dan potong buah berangan. Belah cabai merah dan buang bijinya kemudian potong denganbergaya.
- Haluskan terasi udang.
- Campurkan semua bumbu kimchi dan masukkan bahan-bahan isi kecuali kerang mata tujuh, kurma, dan buah berangan.
- Tempatkan tangkai peterseli air di dalam mangkuk dengan menyilang.
- Tempatkan 2~3 lembar daun sawi di atas tangkai peterseli air.
- Tempatkan isi yang sudah diolah di atas daun sawi dan letakkan kerang mata tuhuj, kurma, dan buah berangan di atasnya.
- Lipatkan daun sawi agar menutup isinya lalu diikat dnegan tangkai peterseli air.
- Tempatkan kimchi pada wadah kedap dan frementasikannya dalam suhu 15 derajat selsius selama 3 hari. Simpan dalam kondisi bersuhu 0~5 derajat selsius.
4.
Resep Janchi guksu (잔치국수)
(Gambar 2.81. janchi Guksu)
Untuk 2 orang
Ø Bahan
40g ikan teri
20g udang kering
1 lembar rumput laut Dasima berukuran 10 x 10 cm
1/2 buah bawang bombai
100g lobak
30g daun bawang
1 liter air
1 sdm kecap asin untuk sup
1 sdm arak
1/2 sdm garam
40g ikan teri
20g udang kering
1 lembar rumput laut Dasima berukuran 10 x 10 cm
1/2 buah bawang bombai
100g lobak
30g daun bawang
1 liter air
1 sdm kecap asin untuk sup
1 sdm arak
1/2 sdm garam
Ø Bahan utama :
160g mi kering tipis
50g daging sapi giling
2 lembar jamur shitake
50g labu hijau
10g wortel
160g mi kering tipis
50g daging sapi giling
2 lembar jamur shitake
50g labu hijau
10g wortel
Ø Bumbu daging dan jamur shitake:
1 sdm kecap asin
1/2 sdm gula pasir
1 sdm minyak wijen
1/4 sdt lada
1 sdm kecap asin
1/2 sdm gula pasir
1 sdm minyak wijen
1/4 sdt lada
Ø Bumbu sayur :
1 sdt garam
1/2 sdm minyak wijen
1 sdt lada
1 sdt garam
1/2 sdm minyak wijen
1 sdt lada
Ø Hiasan :
2 butir telur (telur dadar)
1 lembar gim sejenis rumput laut
1 buah cabe merah dan hijau
2 butir telur (telur dadar)
1 lembar gim sejenis rumput laut
1 buah cabe merah dan hijau
Ø Cara Memasak
- Sangrai ikan teri dan udang kering dan potong bahan-bahan untuk kuah, potong rumput laut Dasima 5x5, lobak dengan ukuran 2 cm, dan daun bawang dengan panjang 10cm.
- Masukkan Dasima ke dalam air mendidih. Setelah mengangkat Dasima 5 menit dididh lagi,masukkan bahan-bahan lain lalu didihnya di atas api sedang selama 20 menit. Bahan-bahan diangkat dan kuahnya disaring lalu dibumbui dengan 1 sdm kecap asin untuk sup, 1 sdm arak, dan 1/2 sdm garam.
- Iris jamur shitake setelah direbus dalam air dan dibumbui bersama dengan daging sapi.
- Kupas kulit labu hijau dan wortel dengan memutar, potong, garami, dan peras sesudah menjadi lembut.
- Suwir-suwir rumput laut gim, potong telur dadar putih dan kuning dengan panjang 4cm, dan potong cabe hijau dan merah dengan bulat.
- Tumis labu hijau dan wortel dengan minyak wijen dan lada secara terpisah. Tumis daging sapi dan jamur shitake dibumbui.
- Rebus mi dalam air mendidih dan tambahkan air dingin 3 hingga 4 kali selama mi-nya direbus. Bilas mi yang matang dalam air dingin dengan mengaduk lalu disaring.
- Tempatkan mi dalam mangkuk, hiasi dengan daging sapi, jamur shitake, labu hijau, dan wortel, lalu tuangkan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Republik
Korea dalam bahasa Korea: Daehan Minguk Hangul: 대한민국. Hanja: 大韓民國 dan dalam bahasa
Inggris Republic of Korea/ROK biasanya dikenal sebagai Korea Selatan,
adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung
Korea. Setiap negara memiliki etika dan tata cara
makannya masing-masing, begitu juga dengan Korea. Susunan cara makan yang
sedikit berbeda, dapat membuat orang asing yang tinggal di Korea sedikit
kesulitan untuk menyesuaikan kebiasaan mereka dengan cara makan lokal.
B.
Saran
Demikianlah
paper diskusi singkat ini penulis buat untuk melengkapi tugas mata kuliah
pengolahan makanan oriental, kritik dan saran agar kedepannya paper diskusi ini
bisa menjadi bahan rujukan bagi yang ingin mengolah makanan oriental.
DAFTAR PUSTAKA
Ade. Satrio.
2014.http://sakutaroadachi.blogspot.com/2014/08/resep-masakan-korea.html
(diakses 20 september 2014)
Ervina. 2013.http://www.teruskan.com/11248/mengenal-sujeo-alat-makan-khas-korea.html (diakses 12 september 2014)
Seni. Reni. 2010. https://www.google.com/#q=teknik+pengolahan+makanan+oriental ( diakses 13 oktober 2014)
No comments:
Post a Comment